Gaya Hidup

4 Alasan Tidak Sehatnya Makanan Cepat Saji

Mungkin Anda penggemar makanan cepat saji seperti hamburger, hotdog, pizza, atau ayam goreng yang dijual oleh restoran-restoran ternama? Jangan terlalu bangga bisa makan di sana. Pasalnya, makanan cepat saji seperti ini jauh dari kata sehat. Banyak penelitian yang mengungkap keburukan produk makanan yang rata-rata kaya garam atau gula tersebut, karena bisa memicu masalah kesehatan.

Dikutip dari laman Care2, makanan cepat saji bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti ini:

  1. Memicu sakit kepala. Beberapa komposisi dalam makanan cepat saji adalah nitrat atau nitrit, monosodium glutamat (MSG), dan pemanis buatan. Nitrat dan nitrit merupakan pengawet yang dapat meningkatkan tekanan darah sehingga menimbulkan efek samping sakit kepala. Kedua zat ini ditambahkan pada pemrosesan produk daging untuk mencegah bakteri penyebab keracunan makanan, Clostridium botulinum. Sehingga, daging tetap berwarna segar dan merah muda. Sementara MSG membuat rasa makin menimbulkan selera makan sekaligus menyembunyikan bebauan khas logam yang keluar saat pemrosesan.
  2. Memunculkan depresi. Studi yang dilakukan Universitas College London di Ingris menemukan, orang-orang yang secara teratur mengonsumsi makanan olahan tinggi lemak dan gula lebih mungkin mengalami depresi. Peningkatan risiko depresi hingga mencapai 58 persen lebih tinggi dibanding mereka yang mengonsumsi makanan lebih seimbang kandungan gizinya.  Studi lain juga mendapatkan hasil yang serupa. Makanan cepat saji sangat kurang nutrisi. Antioksidan, asam folat, asam lemak omega-3  kurang bisa ditemukan. Sementara itu, kehadiran berbagai zat aditif pada makanan cepat saji seperti pengawet, pengemulsi, pengental, penyetabil, dan penyedap rasa menimbulkan pseudostressors atau simpatomimetik. Bahan-bahan tersebut stumulan kuat dalam memengaruhi terjadinya stres dan perubahan suasana hati (mood).
  3. Memengaruhi penurunan libido. Jika tidak ingin libido terjun bebas, hindairi terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji. Lemak trans dalam makanan ini memicu perbahan biokimia yang memengaruhi penurunan gairah seksual. Dalam waktu bersamaan turut mengurangi jumlah sperma dan mengganggu proses ovulasi. Berat badan ikut naik seiring menumpuknya lemak dalam tubuh.
  4. Memunculkan penyakit diabetes dan kardiovaskular. Tingginya lemak dan gula pada makanan cepat saji kenaikan gula darah dan kolesterol. Keduanya berpotensi menyebabkan penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke. Lonjakan insulin penggemar fast food cenderung tinggi untuk mengimbangi pertambahan gula darah yang tidak terkontrol. Ini kelamaan dapat memunculkan rsistensi insulin.

Sumber: aktualpost.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s